Beberapa ratus Orang Berani Bersepeda Dekat Gajah di Taman Safari Prigen

Beberapa ratus Orang Berani Bersepeda Dekat Gajah di Taman Safari Prigen

Beberapa ratus Orang Berani Bersepeda Dekat Gajah di Taman Safari Prigen

Beberapa ratus penggemar sepeda atau gowes ikuti moment tahunan Safari Wild Cycling 2016 di Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen, Pasuruan, Minggu (30/10/2016) minggu.

Mereka ini datang dari beragam jenis daerah, bukan sekedar datang dari Pasuruan, ada yang datang dari Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Medan, Surabaya, Mojokerto, Malang, serta banyak sekali lagi.

Mereka tampak begitu ketertarikan, tua maupun muda bercampur jadi satu. Paska Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf melepas bendera sinyal Safari Wild Cycling 2016 diawali, peserta segera tancap gas berkeliling-keliling TSI II.

Dalam acara ini, sebagian besar peserta gowes tidak berkompetisi jadi pemenang tetapi lebih ke arah nikmati bersepeda dengan panorama serta ditemani beberapa satwa.

Hal tersebut tampak saat sebagian besar peserta berhenti di tiap-tiap kandang satwa yang dilalui. Bahkan juga, bukan sekedar satu dua atau bahkan juga tiga kandang mereka berhenti, tetapi di tiap-tiap kandang yang ada.

Maklum saja, karna peristiwa dapat mendekati satwa ini begitu langka dapat diperoleh di hari – hari umum.

Dari pantauan, mereka mulai berhenti di kandang Jerapah. Walau sebenarnya, kandang ini cuma berjarak sekitaran 1 km. (km) dari garis start.

Beberapa peserta berlomba keluarkan gadgetnya masing – masing atau bahkan juga camera saku yang telah disediakan.

Mereka berlomba photo dengan satwa, bahkan juga mereka ikhlas berdesakan untuk mengabadikan peristiwa ini.

Sesudah senang berfoto dengan jerapah, mereka meneruskan perjalanan. Tidak jauh dari kandang jerapah, mereka kembali berhenti di kandang unta. Seakan tidak jijik, mereka mendekat ke kandang Unta. Walau sebenarnya, di sekitaran kandang unta ini banyak kotoran yang belum juga dibikin bersih.

“Ayo, buruan kesini. Ini mumpung untanya sekali lagi makan, ” kata satu diantara peserta Ajeng mengajak rekan – rekannya.

Ajeng adalah satu diantara peserta even ini asal Surabaya. Dia datang dengan rekan kantornya serta sejumlah 10 orang. Ia mengakui baru awal kalinya ikuti even gowes di TSI ini. “Awalnya aku bisa narasi dari rekan kantor, seumpama acara ini bagus banget karna dapat photo dengan satwa. Pada akhirnya aku mesti akui acaranya hilang ingatan bagus banget, ” tuturnya.

Perempuan 28 th. ini menyebutkan, sampai kini belumlah ada acara gowes di kandang hewan. Menurut dia, ini adalah pengalaman terbaiknya sepanjang tekuni hobynya gowes. Ia mengakui tidak takut mendekat ke satwa, karna memanglah mulai sejak kecil sukai dengan satwa.

“Setelah membeli tiket taman safari prigen, maka umumnya cuma bisa lihat satwa dari dalam mobil serta tidak bisa turun. Nah, iniloh aku dapat turun serta masuk ke kandangnya. Ditanggung aman, karna ada keepernya yang setia melindungi satwa ini kok, ” terangnya.

Dalam acara ini, mereka nikmati peristiwa bersepeda do lintas alam sejauh 15 km. Terkecuali nikmati satwa, beberapa penggemar gowes ini dapat nikmati hawa fresh pegunungan Gunung Arjuno.

Terpisah, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf mengaku, TSI ini adalah satu diantara obyek wisata andalan di Pasuruan. Menurut dia, inspirasi dari tim di TSI ini begitu – begitu brilian. Tiap-tiap tahunnya, mereka senantiasa buat even yang begitu mengagumkan. Dari mulai safari run, sampai safari wild cycling ini. “Perlu aku animo ini, idenya begitu mengagumkan. Mudah-mudahan ke depan, inspirasi – inspirasi begini selalu bermunculan, ” tuturnya.

Gus Irsyad, sapaan akrab Bupati Pasuruan ini tidak mengingkari kalau ketertarikan serta apresiasi orang-orang pada even – moment begini. Ia juga mengharapkan, even ini dapat menarik ketertarikan orang-orang untuk selalu bertandang ke TSI serta Pasuruan. “Harapannya, makin banyak pengunjung yang datang ke TSI serta Pasuruan ini dapat bertambah PAD kami, ” katanya.

Dalam peluang ini, Gus Irsyad meluangkan diri untuk ikuti gowes walau tidaklah sampai garis finis. Gus Irsyad didampingi Kapolres Pasuruan AKBP Muhammad Aldian, serta sebagian petinggi dari Komunitas Pimpinan Daerah (Forpimda) yang lain.

Bukan sekedar itu, Gus Irsyad juga diberi kelebihan oleh pihak TSI II Prigen, Pasuruan. Gus Irsyad disuruh turut andil dalam pemberian nama bayi tapir yang baru dilahirkan dari pasangan tapir dua bln. kemarin.

“Saya beri nama bayi tapir ini Wangsa Isyana. Berarti, wangsa itu keturunan serta Isyana itu baik, mudah-mudahan jadi keturunan yang baik, ” ujarnya.