Keindahan Masjid di Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat

Keindahan Masjid di Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat

Keindahan Masjid di Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat

Keindahan Masjid di Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat

Sukmawati masih tidak ingin pergi dari tempat duduknya dia tampak melihat sesisi ruangan yang ada di dalam kamarnya sambil terus mencari sesuatu yang tampaknya tidak akan pernah dia temui dengan selesaik kain yang ada. Menuju Masjid yang tak terlihat dari atasnya karena rumah Sukmawati hanya menlihat dari dalam jendela saja, melihatnya yang kurang jelas juga memengaruhinya, karena seharusnya dia terbiasa memakai kacamata tapi karena dia masih di dalam rumah Sukmawati tidak pernah nemberikan kacamata yang ternyata ketinggalan di dalam rumahnya. Saat ini hanya terlihat mata hari yang masih muncul dari dalam lubang lubang kecil dari dalam rumahnya. Seketika matahari memang belum terlihat sepenggalah karena masih tertutupi oleh kubah Masjid yang terlihat kecil dari dalam jendela rumah Sukmawati. Kini dia hanya bisa menerungkan nasibnya, melihat tidak aka nada keindahan yang seharusnya bisa dia raih dari sini.

Maka itulah, Sukmawati memikirkan jalan keluar untuk masalah yang sedang dia hadapi, haruskah dia mencari pekerjaan lain atau membuka usaha kecil kecilan sendiri. Mungkin bisa menjual nasi pecel yang sudah dia pelajari saat di Jawa kemarin, karena dia juga biasa hidup didalam rumahnya sendiri apalagi suaminya sudah tidak mungkin lagi bekerja karena penyakit di usia tuanya yang menggerogoti. Masih dibalik matahari yang tertutup oleh kubah Masjid ini tadi hanyalah ilusinya semata, tentang apa yang Sukmawati inginkan. Karena memang tidak akan mungkin semuanya bisa terjadi tanpa ada sebuah kisah yang dulunya juga pernah di alami. Sukmawati masih terus berusaha tegar dengan segala usaha yang dia miliki, sukwamati tak akan penah gentar menghadapi semuanya. Ternyata Masjid ini akan memberikan sebuah pencerahan dalam hati Sukmawati.

Tidak bisa hanya melawan arus ketika sebuah impian tidak akan mungkin bisa diraih dengan segala upaya yang ada. Saat ini hanya bisa Sukmawati yang masih berada di dalam jendela rumahnya, dia masih merenungkan nasibnya dengan matanya tidak pernah berpindah dari Masjid yang ada di depan matanya. Karena dia hanya bisa mencoba berdiri dari sudut yang terdalam antara Jakarta dan Penang seperti lagu yang tidak disangka berbunyi dari radio dari tadi yang terus berbunyi tanpa ada yang mendengarkan sama sekali. Radio suara Kabupaten Indramayu ini memang favoritnya Sukmawati karena memberikan sebuah acara yang menarik lagi sangat menawan. Apa lagi sebuah kisah yang tidak akan bisa terwujud dengan hanya memberikan tepukan tangan saja. Kini membaca hanya sebuah ilusi bagi setiap manusia yang seharusnya tidak akan pernah mungkin harus bertemu dengan sebuah langkah yang maju. Karena semuanya sudah seperti arahan sebuah insan.