Mebel Jepara Semakin Eksis Disaat Krisis

Mebel Jepara Semakin Eksis Disaat Krisis

Mebel jepara memang sudah terkenal sampai dimana-mana, bukan hanya di kawasan kabupaten jepara saja namun sudah sampai ke pelosok tanah air, bahkan sampai ke mancanegara. Mebel kayu ini sangat diminati oleh konsumen karena modelnya yang selalu up to date dan kwalitasnya juga tidak perlu diragukan lagi, hampir sebagian besar masyarakat di jepara adalah para pekerja di sector industry mebel jepara, dan itu sudah lama terjadi secara turun menurun, maka tidak heran jika jepara terkenal sebagai kota ukir atau kota mebel. Sempat mengalami masa kejayaan di saat krisis moneter melanda Indonesia sekitar tahun 1998, namun syukur alhamdulillah mebel jati jepara ternyata masih tetap bisa eksis hingga sekarang.

mebel jepara
Mebel Jepara

Mebel jepara sudah sangat fanilier di telinga para pencari mebel, ada juga yang menyebutnya dengan mebel jati jepara, padahal tidak semua bahan yang di gunakan untuk membuat mebel dari jepara ini adalah kayu jati, namun sudah ada berbagai macam jenis kayu yang di gunakan,mulai dari kayu mahoni, kayu mangga, kayu durian dan masih banyak lagi jenis kayu lain yang di gunakan, ini semua di lakukan karena semakin menipisnya stok kayu jati yang ada di hutan. Sebagian besar kayu jati yang di gunakan untuk membuat mebel jepara saat ini di datangkan dari luar jawa seperti dari Sulawesi, sebelumnya kayu jati didatangkan dari blora atau gunung kidul.

Mebel jepara juga semakin di mudahkan dalam hal pemasaran, ini disebabkan dengan berkembangnya teknologi internet, salah satu media yang sedang trend di kalangan perajin mebe jati jepara yang dipakai untuk memasarkan produk mebel jepara adalah facebook dan Instagram, penggunaannya yang  sangat simple dan tidak perlu pelajaran khusus membuat media social ini sangat banyak di gunakan. Sebagian lagi para pengusaha mebel juga sudah menggunakan website yang di optimasi dengan SEO, ada juga yang sudah menggunakan media iklan adwords untuk merangking webistenya,meskipun mengeluarkan biaya namun hal itu dirasa lebih cukup murah jika dibandingkan dengan mengikuti pameran pameran.