Pengalaman Memakai Jasa JNE

Pengalaman Memakai Jasa JNE

pembelajaran Kurang Menyenangkan dengan JNE

BACA JUGA : Situs Cek Resi

Siapa yang tidak kenal dengan JNE? Para online seller serta orang-orang yang kerap berbelanja online tentunya mengenal perusahaan jasa pengiriman barang ini. Konon perusahaan ini mengatakan jikalau jaringannya terluas serta terbesar di Indonesia, menjadikannya choices para online seller buatmengirimkan barang dagangan mereka ke semua pelosok negeri. Namun terluas bukan bermakna terbaik loh ya. makin luas bermakna risiko yang sesegera mungkin ditanggung menjadi lebih besar pasal sesegera mungkin melayani pelanggan yang lebih banyak alih alih kompetitornya
Pertama-tama yang mau gw bilang ialah don’t judge the article from the title. Dengan membaca judul diatas, bisa jadi yang baca akan beranalogi jikalau gw akan menulis sebuah yang negatif mengenai perusahaan ini. Nggak 100% layaknya itu sih, adanya lesson learned nya juga. Gw mau berbagi pembelajaranaja, yang bisa jadi dapat sedikit bermanfaat bagi orang-orang yang telah mau meluangkan masanya untuk membaca makalah ini
Oke, cukup basa-basinya. Mari kita mulai ke pokok permasalahannya
Dari sebagian kali belanja online, sekelumit ini barangnya senantiasa gw minta buat dikirim ke kantor. Kebetulan dari sebagian kali belanja hanya adanyachoices JNE. serta sekelumit ini sih oke-oke aja. Sekali barang dikirim, besoknya langsung telah sampai di tangan. Ini entah pasal lokasi kantor gw yang jelas jelas di lokasi strategis, atau entah pasal pengirim serta penerimanya di kota yang sama, jadi masa pengirimannya lebih cepat
Nah, sebagian masa lalu, gw abis beli barang yang ukurannya cukup besar serta lumayan berat. pasal gw logikakan bakalan ribet lagi nanti kalau dikirim ke kantor, jadi gw pake alamat rumah sebagai alamat pengirimannya, dimana kota asal serta kota tujuannya lain hal. Barang tersebut dikirim memakaikan JNE Reguler, yang harusnya sih telah sampai ke penerimanya dalam masa 2-3 hari. sehabis lewat 3 hari, barang yang gw pesen belum sampai juga
Berdasarkan result tracking melewati websitenya http://infojnecom,. barang telah dikirim dari reseller di Jakarta serta telah sampai di kota tujuannya, Tangerang dari ketika hari pertama barang tersebut dikirimkan. Teorinya sih masa saya nge track, barang tersebut sedang dalam antrian buat dikirimkan. sehabis lewat 3 hari, tingkat pengirimannya belum adanya pergantian. Jelas aja gw jadi sedikit nggak tenang, pasal harga barang yang gw pesan lumayan mahal. serta ditambah lagi dengan kenyataan kalo gw tipikal introver yang memiliki otak cukup peka. Masalah-masalah yang terlihat sepele layaknya ini dapat bener-bener menuh-menuhin pikiran sampai problem tersebut selesai
Yang gw laksanakan pertama kali ialah menelusuri informasi tentang layanan JNE ini secara keseluruhan. Gw hanya pengen kejelasan aja kirimanpesenannya udah sampai mana serta kapan akan dikirim. Berhubung gw paling males nelpon, jadi gw surveydulu lewat jalur sosial media: Twitter sertaFacebook. Begitu gw search di Twitter seluruh timeline yang me-mention akun resminya JNE: @jne_id, keseringan isinya keluhan. keseringan nanya tingkatkiriman pesanannya masing-masing kenapa kok lama banget nyampenya. Komplain lain terhubung dengan kiriman yang lenyap maupun kiriman yang coba diciptakan ketika di-track. Bahkan sampai adanya orang-orang yang terus nyampah di timelinenya pasal saking kesalnya kiriman pesanannya udah lewat deadline tetapi belum keterima juga. Keluhan lain ialah buruknya layanan call centernya, yang konon ditelepon sebagian kali pun nggak adanya yang ngangkat
Kondisi diatas diperparah dengan keluhan-keluhan tersebut tak ditanggapi dengan baik oleh adminnya si akun @jne_id. tak ditanggapi disini maksud gw ya dibiarin aja. Ini entah jelas jelas adminnya yang males menanggapi keluhan pasal telah terlampau banyak, ataukah pasal jelas jelas bukan tugasnya buatmenanggapi keluhan-keluhan tersebut. Padahal sih kalau gw lihat, tweet akunnya ini cukup informatif. Jadi seolah Twitter disini lebih memilih dipakai secara satu arah saja
Melihat kenyataan tersebut, yang jelas gw jadi tambah males buat nelpon customer servicenya. Mau mention di Twitter juga gw anggap sebagai pemborosan energi, menatap keseringan tweet yang berisi keluhan tak di-reply. Gw jadi tambah kesel menatap kenyataan yang layaknya ini, tetapi gw masih dapatberanalogi logis buat nggak nyampah di timelinenya. Gw perlu solusi serta kejelasan, ga secukupnya pengen menumpahkan kekesalan setara si JNE ini. Yang sedikit bikin gw tenang ialah kiriman pesenan gw dah diasuransiin setara pengirimnya, just in case adanya apa-apa yah dapat di klaim lah
Setelah hari ke-5 tingkat tracking nya belum adanya pergantian juga, gw mencoba buat beranalogi positif. bisa jadi keterlambatan pengirimannya ini pasaldapat jadi paketnya nyasar atau lebih dikenal alamatnya nggak ketemu, atau jelas jelas adanya pertumbuhan yang signifikan terhadap antrian barang yang sesegera mungkin dikirim, sehingga masa pengirimannya menjadi lebih lama. sehabis gw beranalogi positif, gw jadi lebih tenang buat nggak ngabis-ngabisin masa buat mikirin problem ini. terhadap saat-saat layaknya ini pikiran negatif justru bikin pikiran nggak jernih serta bikin gw menjadi judger yang menganggap jikalau kesalahan sepenuhnya adanya terhadap mereka dengan tidak sesungguhnya tahu problem apakah yang sedang terjadi
Akhirnya terhadap suatu Jumat malam, gw di telepon dari nomor yang nggak dikenal. nyatanya yang menelepon ialah kurirnya JNE. Dia bilang barang pesenan gw akan dikirim malam itu, tetapi nggak dapat ngejanjiin pukul berapa pasal masih nganter-nganter kiriman yang lain. Disini gw salut setara kurir JNE tersebut, nelpon pukul 9 malam buat nganter kiriman terhadap malam yang setara. Gw mencoba respek setara kurirnya, udah pukul sgitu aja masih dibelain, serta lebih memilih buat nganter di hari itu instead of besoknya aja. Akhirnya gw iyain aja, serta gw akan nunggu malam itu buat nerima paketnya. Malam itu, gw terima paketnya pukul 12 lewat. Kurirnya meminta maaf pasal ngirim tengah malem, serta gw mencoba maklum aja ini bukan kesalahannya dia. Jujur aja, gw respek setara orang-orang yang minta maaf kayak bgitu, maknanya orang tersebut masih care dengan si penerima paketnya. terlebih jikadi mobil boxnya gw liat masih banyak kiriman yang mesti dikirimkan serta kurirnya bilang akan dikirimkan malam itu juga. Kebayang kan kalo gw adanya di posisi dia
Lesson learned
Terlepas dari buruknya pelayanan customer service nya JNE dalam sebagian masa terakhir, malam itu gw mencoba melupakannya. Yang serius kirimanpesenan gw dah nyampe, serta gw juga nggak butuh memperbanyak keruwetan hidup gw dengan pikiran-pikiran yang negatif lagi. Kejadian ini bisa jaditerdengar sepele, tetapi temuan yang gw dapet cukup mendalam. Ketika adanya problem kayak diatas, jelas jelas sebagusnya kita nggak nggak langsung nge-judge jelek, terlepas dari kenyataan jikalau mereka (JNE) mengirimkan barangnya juga terlambat

BACA JUGA : situscekresi.com

Hidup kita jelas jelas akan senantiasa dipenuhi dengan masalah. Banyak hal-hal yang tak didambakan berlangsung begitu saja pasal diluar Kendalikankita. temuan yang dapat kuambil dari kejadian ini ialah kadang kita membiarkan pikiran-pikiran negatif berkembang, sehingga kita tak dapat beranalogipositif buat mencoba menelisik gangguan dari sudut pandang yang lain. Kita tak dapat mengendalikan lingkungan yang berlangsung di sekitar kita, tetapi kita dapat memilih reaksi apakah yang akan kita ambil pada kondisi-kondisi tersebut
Aku dapat saja menelepon ke customer service nya berkali-kali, menyampah di Twitter buat terus bertanya tingkat kiriman kirimanku, atau bahkan mencatat hal-hal yang buruk di akun Twitter serta Facebook nya si JNE buat menumpahkan segala kekesalanku. tetapi apa itu akan menangani masalah? pasal menumpahkan kekesalan bukan tujuanku. Tujuanku ialah kiriman pesananku dapat dikirim sesegera bisa jadimenatap kenyataan jikalau banyak keluhan-keluhan yang tak ditangani, tersebutkan saya bikin keputusan buat tak memakaikan jalur sosial media atau menelepon. saya memilih buat sabar saja menungu sampai paketku dikirim
Mungkin saja si JNE saat ini sedang dalam sistem melaksanakan perbaikan manajemen serta pelayanan ke pelanggannya. Who knows? Asumsi-asumsi negatif kita lah yang bikin kita berubah menjadi seorang judger, senantiasa menyalahkan orang lain (aku tegaskan sekali lagi, ini terlepas dari fakta jikalau si JNE nya juga Berposisi terhadap pihak yang salah). sikap layaknya ini terhadap akhirnya membagikan pengaruh buruk bagi diri kita sendiri. disampingcuma bikin kita menatap problem dari satu sisi saja, sikap tersebut seringkali tak menangani problem yang sebenarnya
Terkait dengan kiriman yang baru dapat dikirimkan tengah malam, saya juga mencoba buat tak terlampau ambil pusing. Pertama, pasal saya yang perlupaketnya. Kedua, besok harinya ialah hari libur, jadi tak terlampau problem bila saya tidur larut. Yang ketiga, saya mencoba respek dengan usaha si kurir JNE buat dengan cepat mengirimkan kiriman tersebut. bila saya meminta supaya kiriman dikirimkan keesokan hari, dapat jadi si kurir sesegera mungkinbolak-balik lagi buat mengirimkan paketnya, padahal dapat saja keesokan harinya si kurir tersebut sesegera mungkin mengirimkan kiriman ke area lain. Yang artinya, bila dipaksakan, adanya potensi keterlambatan pengiriman buat paket-paket yang lain. saya bisa jadi dapat berpikiran waktu bodoh dengan keadaan ini, namun itu bermakna saya egois. Jadi ingat kutipan dari dokter Lo Siauw Ging, seorang dokter yang mengabdi buat kalangan miskin: “Sebagian kehancuran yang berlangsung di muka bumi ini dikarenakan oleh orang-orang yang merasa penting…”. Well, tentunya saya tak mau menjadi kelompok orang-orang yang merasa serius tersebut
Be a learner, don’t be a judger, berusahalah buat menatap gangguan dari beragam sisi, serta jangan bikin asumsi-asumsi yang belum tersabit benar atau tidaknya. Asumsi-asumsi yang belum tersabit benar bikin kita lebih memilih menjadi subyektif dalam menelisik suatu masalah.