Pemerintah Akan Mendorong Pengembangan Ekonomi Digital

Pemerintah Akan Mendorong Pengembangan Ekonomi Digital

Pemerintah juga akan mendorong pengembangan ekonomi digital lewat basis industri serta perdagangan elektronik (e-commerce). Satu diantara kunci berhasil pengerjaannya yaitu butuh penguasaan tehnologi info serta komunikasi (information and communication technologies/ICT).

Pemerintah Akan Mendorong Pengembangan Ekonomi Digital

“Pemerintah sudah membuat infrastruktur berbentuk jaringan fiber optik, project Palapa Ring, serta kemampuan bandwidth yang diperbesar, ” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam info tertulis, Jumat (22/9).

Menperin menerangkan, penambahan pemakaian smartphone di Tanah Air juga buat aplikasi ekonomi digital jadi makin kuat serta cepat. “Jumlah smartphone yang mengedar saat ini lebih dari 130 juta unit. Bekasnya piranti 3G yang tengah bermigrasi ke 4G. Bila telah 4G semuanya, jumlahnya dapat menjangkau 230 juta unit. Tiap-tiap th. penjualannya sekitaran 60 juta unit, ” katanya.

Oleh karenanya, dalam pengembangan ekonomi digital yang berbasiskan industri atau nilai lebih, Kementerian Perindustrian sudah mempersiapkan beberapa langkah dalam hadapi masa Industry 4. 0.

Kemenperin juga selalu mengajak supaya beberapa aktor industri nasional selekasnya menangkap kesempatan dalam pengembangan tehnologi digital terbaru seperti artificial intelligent, robotic, serta 3D printing. Maksudnya adalah untuk lebih efektif serta tingkatkan produktivitas. Beberapa manufaktur besar yang sudah siap masuk masa Industry 4. 0, salah satunya industri semen, petrokimia, otomotif, dan minuman dan makanan.

Menurut Menperin, daya saing manufaktur serta potensi ekonomi digital yang berada di Indonesia mesti disertai dengan inovasi tehnologi. Hal semacam ini butuh diperlukan pusat-pusat inovasi industri untuk mendukung penambahan SDM, perkembangan tehnologi serta penumbuhan wiraswasta baru. “Kami prinsip untuk memajukan pusat inovasi industri seperti yang berada di Bali, Batam, Bandung serta Surabaya, ” katanya.

Satu diantara bentuk riil yaitu pembangunan Nongsa Digital Park (NDP) di Batam. Lokasi ini juga akan jadi basis beberapa aktor industri kreatif di bagian digital seperti pengembangan startup, situs, aplikasi, program-program digital, film serta animasi.

Sedang, yang berbasiskan basis e-commerce, pemerintah mulai memfasilitasi dalam sistem logistik, keringanan import maksud export, serta pembiayaan. “Kami tengah lakukan harmonisasi regulasi, termasuk juga perpajakan, cukai, payment gateway, hingga dapat buat product lokal dapat mengedar di pasar ASEAN, ” lanjutnya.

Searah hal itu, Kemperin sudah meningkatkan pelebaran pasar untuk industri kecil serta menengah (IKM) lewat pembangunan system e-Smart IKM. Kemperin memformulasikan digital environment untuk tingkatkan perkembangan IKM didalam negeri. Kami juga mengidentifikasi sebagian IKM yang telah memakai market place, seperti bidang minuman dan makanan, perhiasan, kosmetik, fesyen dan kerajinan.

Indonesia adalah negara dengan perkembangan e-Commerce yang semakin membuat konsumen nyaman dengan adanya cek resi teratas didunia. Satu tahun lebih paling akhir, semakin banyak aktor usaha, baik perusahaan besar ataupun ritel, berpindah atau meningkatkan usaha ke arah digital.

Jumlah aktor e-Commerce selalu bertumbuh, hal semacam ini diperkuat dengan beberapa survey instansi penelitian tehnologi info komunikasi dalam serta luar negeri. Sekian disibakkan Ketua Umum Indonesian E-Commerce Association (idEA), Aulia E. Marinto lewat tayangan pers baru saja ini.

” Data Sensus Ekonomi 2016 dari Tubuh Pusat Statistik (BPS) mengatakan, industri e-Commerce Indonesia dalam sepuluh th. paling akhir tumbuh sekitaran tujuh belas % dengan keseluruhan jumlah usaha e-Commerce menjangkau 26, 2 juta unit, ” tuturnya.

Disamping itu, penelitian global dari Bloomberg menyebutkan, pada 2020 lebih dari separuh masyarakat Indonesia juga akan ikut serta di kesibukan e-Commerce.

McKinsey dalam laporan bertopik ‘Unlocking Indonesia’s Digital Opportunity’ juga mengatakan, peralihan ke ranah digital juga akan tingkatkan perkembangan ekonomi sampai US$ 150 miliar dolar pada 2025. Laporan itu menyebutkan juga, 73 % pemakai internet di Indonesia terhubung internet lewat piranti selular. Angka ini diprediksikan selalu jadi bertambah dalam lima th. ke depan.

” Masifnya pemakaian telepon pandai juga jadi satu diantara aspek pendukung perkembangan industri e-Commerce di Indonesia, ” kata Aulia.

Disamping itu, Direktur Digital & Strategic Portfolio Telekomunikasi Indonesia (Persero), Tbk. (Telkom), David Bangun memberikan, e-Commerce yang sekarang ini demikian masif membutuhkan support infrastruktur kuat serta luas. Hal tersebut, menurutnya, jadi satu diantara tanggung jawab Telkom jadi Tubuh Usaha Punya Negara (BUMN) di bagian telekomunikasi.

” Telkom selalu mensupport akselerasi ekonomi digital Indonesia lewat beragam product digital seperti Blanja. com serta Melon. Telkom juga bersinergi dengan BUMN beda dalam tingkatkan perkembangan ekonomi digital dengan mengadakan karya binaan mereka di marketplace kami, ” katanya.