3 Hal yang Membuat Ramadhan Jadi Bulan yang Dirindukan

3 Hal yang Membuat Ramadhan Jadi Bulan yang Dirindukan

Ramadhan. Mendengar namanya saja, hati jadi bergetar. Ibadah kita akan dilipatgandakan oleh Allah. Belum lagi, bayangan nikmatnya berkumpul bersama keluarga, berlomba-lomba dalam kebaikan, dan indahnya sahur serta berbuka tak pernah seindah dibandingkan pada bulan Ramadhan. Marhaban yaa Ramadhan.

1. Bulan penuh barokah, ampunan, serta rahmat.

Pada bulan ini, orang-orang Muslim berlomba lakukan beribadah serta kebaikan yang sebanyak mungkin. Berpuasa satu bulan penuh dengan sukacita serta empati, dan ikut rasakan ketidakberuntungan orang-orang di beberapa belahan dunia yang masih tetap berasumsi mewahnya makan nasi sehari-hari. Menahan udara nafsu karna setan sudah dibelenggu. Bila kita tetaplah lakukan maksiat, itu aslinya dari diri kita sendiri. Janganlah salahkan setan!

Tarawih tiap-tiap malam jadi agenda harus selepas berbuka. Tahajud, memohon ampunan dari Allah, serta berkomunikasi dengan intim pada Sang Pencipta sebelumnya bersantap sahur jadi enteng. Tadarus Al-Qur’an selepas shalat lima saat dengan tujuan untuk khatam dalam Ramadhan kesempatan ini. Bersedekah seringkali dari bulan-bulan terlebih dulu. Menguber Lailatur Qadr pada sepuluh malam paling akhir. Beri’tikaf di masjid untuk merenungi semua dosa serta khilaf yang sudah dikerjakan. Dalam hati ini juga, berjanji untuk selalu lakukan semuanya beribadah serta kebaikan ini sesudah Ramadhan sudah selesai.

2. TV serta media dihiasi dengan hal yang menyejukkan.

Narasi pada iklan sirup, minuman, margarin, bumbu penyedap, provider telekomunikasi, serta banyak sekali lagi, jadi sarat arti serta moril untuk menyambut hari kemenangan. Tulisan di beberapa sosial media juga jadi penuh kebaikan. Presenter serta pembawa acara menutupi auratnya serta bicara dengan santun saat membawakan satu program.

Petinggi serta pejabat berlomba mengatakan selamat berbuka/hari kemenangan untuk memperoleh simpati orang-orang? Mudah-mudahan bukanlah. Sinetron-sinetron sarat dengan aroma Ramadhan. Apa pun memiliki bentuk, ini yaitu langkah positif yang harusnya kita hargai serta syukuri.

Baca Juga: Ucapan Ramadhan

3. Banyak undangan berbuka puasa.

Peristiwa bulan Ramadhan buat acara berbuka dengan jadi agenda harus yg tidak terlewati. Dari mulai rekan SD, SMP, SMA, kuliah, kerja, bahkan juga keluarga sendiri. Dari mulai memastikan tgl (supaya tidak bentrok dengan jadwal buka dengan komune beda) hingga memastikan tempat, jadi beberapa hal yg tidak terpisahkan pada peristiwa ini.

Tidak pelak, hal semacam ini sekalian jadikan buka dengan jadi arena reuni kecil-kecilan. Selepas buka dengan, umumnya dilanjutkan dengan berjalan-jalan, karaoke, atau yang lain. Tarawih serta agenda teratur tadarus selepas tarawih jadi terlewati karna telah lama tidak berjumpa dengan rekan lama. Dalam hati ini juga, kembali berjanji juga akan ganti beribadah yang lewatkan sesudah pulang buka dengan. Hingga tempat tinggal, zzzzzzzzzz… Lantas tidur terlelap. Ckckck!